«

»

Apr 06

Intraclass Correlation Coefficient – ICC

Koefisien korelasi intra-kelas (intraclass correlation coefficient, ICC) digunakan untuk menilai reliabilitas antar dua atau lebih pengamat, maupun test-retest reliability. Intinya, ICC adalah rasio antar varians antar kelompok dan varians total. Varians total berasal dari 3 sumber: (1) pasien; (2) pengamat; dan (3) random error (residual error). Jika variasi pengamat diasumsikan random, maka rumus ICC:

 

ICC-1

di mana varians (σ2) adalah ukuran variasi, subskrip s = subjek (pasien); o= pengamat; e= random error. Bila variasi pengamat diasumsikan fixed, maka variasi pengamat tidak diperhitungkan dalam menghitung variasi total.

Contoh sebuah studi menilai reliabilitas pengukuran depresi pada 5 pasien yang dilakukan oleh 3 pengamat. Skor depresi pasien berkisar dari 0 (tidak depresi) hingga 9 (depresi berat). Hitung intraclass correlation coefficient. Perhatikan, sumber variasi nilai berasal dari 2 pihak, yakni antar pasien dan antar pengamat. Kedua sumber variasi tersebut akan diperhitungkan dalam menilai reliabilitas pengukuran. Dengan demikian model yang digunakan untuk menilai reliabilitas adalah Two- Way ANOVA (ANOVA Dua Arah)

ICC-2

Variasi pengukuran yang berasal dari pengamat diasumsikan “random”. Sumber-sumber variasi tersebut kemudian dipartisi menjadi 3 bagian: pengamat, pasien, dan residual, dan dikuantifikasi dalam bentuk “Sum of Square (SS)”:

SSTotal = SSPasien+ SSPengamat+ SSError

Jika variansi PENGAMAT DIASUMSIKAN FIXED, maka perhitungan SS-total menjadi :

SSTotal = SSPasien+ SSError

 

 

Perhitungan SUM OF SQUARE (SS) dengan memperhitungkan variansi PENGAMAT :

ICC-4

ICC-5

ICC-6

 

ICC-7

 

Perhitungan TWO WAY ANOVA

ICC-8

ICC-9

Perhitungan Variansi berdasarkan 3 Sumber :

ICC-10

ICC-11

Perhitungan Interclass Corelation Coefisient Dengam Memperhatikan Variansi Pengamat

ICC-12

 

Artinya, 76 persen dari variasi skor depresi berasal dari variasi sesungguhnya antar pasien. Sebesar 24 persen variasi skor depresi berasal dari variasi antar pengamat dan residual error.

Jika variasi pengamat diasumsikan fixed, maka variasi pengamat tidak diperhitungkan dalam denominator rumus:

ICC-13

 

Artinya, 90 persen variasi skor depresi berasal dari variasi antar pasien. Alat ukur memiliki stabilitas memadai jika ICC antar pengukuran >0.50, stabilitas tinggi jika ICC antar pengukuran ≥ 0.80 (Streiner dan Norman, 2000; Polgar dan Thomas, 2000).

 

Sumber Referensi : Validitas & Reliabilitas Pengukuran, Prof Bhisma Murti, dr, MPH, MSc, PhD, UNS

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>