Survival Analysis

Dalam bidang kesehatan, banyak permasalahan penelitian dan evaluasi layanan yang berfokus pada waktu hingga terjadinya suatu kejadian (time-to-event), seperti waktu bertahan hidup pasien, waktu kekambuhan penyakit, waktu kesembuhan, atau durasi rawat inap. Karakteristik data semacam ini berbeda dengan data statistik pada umumnya karena adanya kejadian censoring, yaitu kondisi ketika kejadian yang diamati belum terjadi hingga akhir periode pengamatan. Oleh karena itu, metode statistik konvensional sering kali tidak memadai untuk menganalisis data tersebut secara akurat.

Survival Analysis merupakan pendekatan statistik yang secara khusus dikembangkan untuk menganalisis data waktu-ke-kejadian dan telah menjadi metode utama dalam penelitian klinis, epidemiologi, serta evaluasi program kesehatan. Metode ini memungkinkan peneliti dan praktisi kesehatan untuk tidak hanya mengukur probabilitas bertahan hidup atau bebas kejadian, tetapi juga memahami faktor-faktor risiko yang memengaruhi terjadinya suatu peristiwa kesehatan secara lebih komprehensif dan berbasis bukti.

Pelatihan Statistik Kesehatan dengan tema Survival Analysis ini dirancang untuk membekali tenaga profesional kesehatan dengan pemahaman konseptual dan keterampilan praktis dalam menerapkan analisis survival. Pelatihan mengombinasikan teori statistik terapan dengan praktik langsung menggunakan data kesehatan nyata, sehingga peserta mampu menginterpretasikan hasil analisis secara tepat dan menggunakannya sebagai dasar pengambilan keputusan klinis, penelitian, maupun perumusan kebijakan kesehatan.

Target Pelatihan :

  • Memahami konsep dasar time-to-event dan karakteristik data survival dalam bidang kesehatan.
  • Mengidentifikasi dan menangani berbagai bentuk censoring dalam data kesehatan.
  • Menjelaskan dan menginterpretasikan fungsi survival, hazard, dan cumulative hazard.
  • Menyusun dan menginterpretasikan kurva Kaplan–Meier untuk menggambarkan peluang ketahanan hidup atau bebas kejadian.
  • Melakukan perbandingan survival antar kelompok menggunakan uji log-rank.
  • Membangun dan menginterpretasikan model Cox Proportional Hazard untuk mengidentifikasi faktor risiko kejadian kesehatan.
  • Mengevaluasi asumsi dan kelayakan model survival serta menginterpretasikan hazard ratio dalam konteks klinis.
  • Menerapkan hasil analisis survival dalam penelitian kesehatan, evaluasi layanan, dan pengambilan keputusan berbasis data.
  • Menyusun kesimpulan dan rekomendasi kebijakan atau klinis berdasarkan hasil Survival Analysis.
Biaya Pelatihan
  • Mahasiswa & Dosen         : Rp 2.200.000,-
  • Umum & Profesional         : Rp 2.500.000,-
Details

Survival Analysis

Sylabus